Home » Hiburan » Dolly Tutup, Tempat Hiburan di Bengkulu Kedatangan Wajah Baru

Dolly Tutup, Tempat Hiburan di Bengkulu Kedatangan Wajah Baru

Senin, 23 Juni 2014 16:05:44 - Dibaca : 879

Dolly Tutup, Tempat Hiburan di Bengkulu Kedatangan Wajah Baru

VIVAnews - Pasca penutupan lokasisasi Dolly Surabaya, beberapa waktu lalu, kawasan bekas lokalisasi di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, kedatangan sejumlah Pekerja Seks Komersil (PSK) baru di kawasan itu.

Diduga, ada belasan PSK baru yang datang dari luar Bengkulu, di mana beberapa diantaranya berasal dari Dolly. Rata-rata, pendatang baru itu berusia 22 hingga 28 tahun.

Ketua RT setempat, Edi Yusuf tidak menampik adanya wajah-wajah baru di kawasan itu. "Ada yang dari Jawa Timur, Bandung dan lain sebagainya. Bisa jadi juga ada yang dari Dolly, yang jelas tidak kami persoalkan. Cuma memang ada tambahan penghuni baru," kata Edi saat ditanyai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu M Jahin dan Kapolsek Kampung Melayu, Elisabeth L Gaol, Senin 23 Juni 2014, dalam gelar pendataan warga eks lokalisasi oleh Pemkot Bengkulu.

Edi mengakui, penambahan penghuni baru itu mulai bermunculan setelah penutupan resmi lokalisasi Dolly di Surabaya. "Ada kaitan tidaknya dengan Dolly, kami belum punya data. Soalnya mereka datang secara pribadi ke sini dan tidak pernah melapor langsung ke RT," ujarnya.

Tolak Penutupan

Pemkot Bengkulu berencana mengikuti langkah Pemkot Surabaya dengan menutup bekas lokalisasi di Kecamatan Kampung Melayu tersebut. Namun, kata Edi, sejumlah warga di sana menolak penutupan itu. Sebagai informasi, kecamatan itu dihuni 87 kepala keluarga dengan total warga 500 orang.

"Warga di sini menolak kalau ditutup total. Mereka berjanji, hiburan akan dibuka setelah tarawih pada bulan puasa. Karena banyak yang menggantungkan nafkahnya di sini," kata Edi.

Sementara itu, salah seorang PSK asal Kota Bandung yang mengaku bernama Riri, memang mengaku dari lokalisasi Dolly di Surabaya. Ia sempat beberapa pekan beraktivitas di Dolly, namun karena kalah saingan dan terlampau ramai. Riri akhirnya mencoba peruntungan ke Sumatera.

"Saya sempat di Palembang, terus baru diajak teman ke Bengkulu. Kayaknya betah di sini. Orangnya ramah-ramah dan jauh dari keramaian kota. Mudah-mudahan saya bisa kumpulkan uang di sini," tutur perempuan 25 tahun tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bengkulu Jahin tetap memastikan, kawasan eks lokalisasi tersebut akan ditertibkan. Secara bertahap, kawasan itu akan dibenahi dan dibersihkan dari aktivitas maksiat.

"Sementara kami data dulu. Karena warga di sini banyak yang tak memiliki KTP. Setelah itu baru dibina, untuk menghentikan kegiatannya. Kita punya perda jelas soal prostitusi," kata Jahin. (ita)


Sumber :